Mengenal Uang dan Fungsinya di Masyarakat

Anda pasti pernah mendengar ungkapan waktu adalah uang (time is money). Dalam ungkapan tersebut tersirat pentingnya uang, sehingga menyia-nyiakan waktu sama dengan membuang-buang kesempatan untuk memperoleh uang.

Benar saja, uang memang menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan setiap individu. Bagaimana tidak? Segala sesuatu baik barang maupun jasa harus dibeli dengan uang. Sebenarnya, apa itu uang?

Definisi Uang

Sebagaimana kata uang yang di ucapkan dalam kehidupan sehari hari, pengertian uang dapat bermacam-macam arti. Dalam pengertian umum, uang di definisikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai alat tukar. Tetapi bagi ekonom uang mempunyai arti secara khusus. Ekonom mendefinisikan uang sebagai sesuatu yang secara umum diterima dalam pembayaran barang dan jasa atau pembayaran atas utang. Sedangkan, menurut Ustadz Rachmat Rizki Kurniawan, SEI, MM sebagai dosen Ekonomi Makro Islam di STEI SEBI mengungkapkan bahwa uang merupakan segala bentuk kekayaan ataupun nilai yang di gunakan sebagai alat tukar.

Uang juga didefinisikan secara berbeda menurut ilmu ekonomi klasik atau tradisional dan modern. Pada ilmu ekonomi tradisional, uang diartikan sebagai segala macam benda yang dapat di terima oleh masyarakat umum sebagai bentuk alat tukar.

Sementara uang dalam pandangan ilmu ekonomi modern memiliki makna yang lebih luas. Uang merupakan segala sesuatu yang diterima secara umum sebagai alat pembayaran transaksi jual beli atas barang atau jasa serta kekayaan atau aset berharga lainnya, dan sekaligus sebagai alat pembayaran utang.

Dari beberapa definisi tersebut, dapat diambil satu kesimpulan bahwa uang merupakan suatu benda, kekayaan maupun nilai yang diterima secara umum oleh masyarakat di suatu wilayah guna mengukur nilai, menukar, dan membayar setiap transaksi pembelian barang dan jasa, serta menimbun kekayaan.

Fungsi Uang

Uang mempunyai tiga fungsi utama : sebagai alat tukar, sebagai alat hitung, dan sebagai alat penyimpan nilai. Dari ketiga fungsi tersebut, fungsi sebagai alat tukarlah yang membedakan uang dari aset lainnya, seperti saham, obligasi, dan rumah.

  • Sebagai alat tukar (medium of exchange). Orang tak lagi kesulitan untuk melakukan pertukaran, di mana pertukaran tak lagi menggunakan barang dengan barang, tetapi barang dengan uang. Keberadaan uang ini tentu menjadi solusi dari kesulitan-kesulitan yang timbul dalam sistem barter.
  • Sebagai satuan hitung (unit of account). Uang menunjukkan nilai suatu barang dan jasa yang diperjual belikan, besarnya kekayaan, dan juga menghitung besar kecilnya pinjaman. Tak hanya itu, uang juga dapat digunakan untuk menentukan harga suatu barang dan jasa. Pada fungsi ini, uang memiliki peran dalam memperlancar aktivitas pertukaran.
  • Sebagai penyimpan nilai (valuta). Keunikan dari fungsi ini adalah uang dapat mengalihkan daya beli dari masa kini ke masa mendatang. Orang yang mendapatkan uang karena menjual barang atau jasa, maka ia bisa menyimpannya untuk kemudian digunakan kembali untuk membeli barang atau jasa di masa yang akan datang.

Time Value Of Money

Dalam pembahasan uang, tidak akan lengkap jika kita tidak mengetahui istilah time value of money . Time value of money merupakan konsep finansial penting yang menyatakan bahwa nilai uang sekarang lebih berharga daripada besar uang yang sama di waktu mendatang karena potensi pendapatan uang tersebut.

Islam memandang uang sebagai flow concept. Artinya, uang harus berputar dalam perekonomian dan tidak boleh dibiarkan menganggur dalam waktu yang terlalu lama, apalagi sampai tahunan. Islam tidak mengenal konsep time value of money, karena konsep ini menambah nilai kepada uang semata-mata dengan bertambahnya waktu dan bukan usaha. Islam justru mengenal economic value of time, yaitu waktu memiliki nilai ekonomi. Hal ini sesuai dengan ajaran Islam yang lebih efisien dan adil, serta tidak didasarkan pada penerapan metode bunga.

Imam Nawawi memberikan definisi terkait penambahan nilai uang yang hanya didasarkan pada nilai waktu adalah kategori riba sebagaimana pernyataan: 

طلب الزيادةفى المال بزيادةالاجل

Penambahan atas harta pokok karena unsur waktu.”

Ustadz Rachmat Rizki Kurniawan, SEI, MM dosen Ekonomi Makro Islam di STEI SEBI menyimpulkan bahwa Time Value of Money di artikan sebagai riba. Karena, Time Value Of Money sudah ada sejak riba pertama kali di ambil oleh bangsa Yahudi pada abad ke 18 SM.

Firman Alloh SWT.

An-Nisa’ 4:160

فَبِظُلْمٍ مِّنَ ٱلَّذِينَ هَادُوا۟ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَٰتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ كَثِيرًا

Karena kezhaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan bagi mereka makanan yang baik-baik yang (dahulu) pernah dihalalkan; dan karena mereka sering menghalangi (orang lain) dari jalan Allah,”

An-Nisa’ 4:161

وَأَخْذِهِمُ ٱلرِّبَوٰا۟ وَقَدْ نُهُوا۟ عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَٰلَ ٱلنَّاسِ بِٱلْبَٰطِلِۚ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَٰفِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

“dan karena mereka menjalankan riba, padahal sungguh mereka telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta orang dengan cara tidak sah (batil). Dan Kami sediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka azab yang pedih.”

Dari beberapa penjelasan tersebut bisa di simpulkan bahwa, konsep time value of money tidak dapat diterapkan dalam ekonomi Islam, karena konsep tersebut masih mengandung unsur bunga. Sebagaimana para ulama sepakat bahwa bunga hukumnya sama dengan riba (haram). Hal ini didasarkan pada firman Allah dalam QS. al-Baqarah ayat 278 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa Riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. al-Baqarah [2]: 278)

Kesimpulan

Dari penjelasan diatas dapat di ambil kesimpulan bahwa uang merupakan suatu benda yang diterima secara umum oleh masyarakat di suatu wilayah guna mengukur nilai, menukar, dan membayar setiap transaksi pembelian barang dan jasa, serta menimbun kekayaan. Fungsi uang yang utama yaitu sebagai alat tukar, sebagai alat hitung dan sebagai alat penyimpan nilai. Konsep yang menjelaskan tentang nilai dari uang di sebutkan dalam istilah Time Value of Money. Time Value Of Money sendiri merupakan konsep finansial penting yang menyatakan bahwa nilai uang sekarang lebih berharga daripada besar uang yang sama di waktu mendatang karena potensi pendapatan uang tersebut.

Referensi

– Mishkin, Frederick S. Ekonomi uang, perbankan, dan pasar keuangan Edisi 8/Frederic S. Mkshkin. Lana Soelistianingsih, Beta Yulianita G. 2008. Salemba empat : Jakarta

– Kurniawan SEI, MM, Rachmat Rizki. 2020. Teaching of “Islamic Macroeconomics Classes”. WA class group

Euis Rifa Nursalamah
STEI SEBI
Jurusan akuntansi syariah
Fakultas ekonomi
Mahasiswa aktif

Leave a Comment